Sambutan Kepala Biro Kepegawaian

enter image description here Sebagai unsur utama pencapaian sebuah organisasi, Pegawai ASN mempunyai peran strategis dalam mengemban tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. Kejaksaan Republik Indonesia sebagai organisasi pemerintah yang berwenang di bidang penegakan hukum, dituntut memiliki sumber daya manusia yang memiliki kredibilitas dan kapasitas yang berkarakteristik khusus. Hal tersebut tidak dapat terhindarkan karena adanya kewenangan maupun fungsi yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusia Kejaksaan, sehingga diperlukan suatu sistem rekrutmen/pengadaan pegawai yang tidak hanya kompetitif, obyektif, transparan, dan akuntabel, namun juga dilengkapi dengan seleksi khusus yang mampu menjaring Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan harapan.

​Bahwa berdasarkan hasil Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja yang telah dilakukan pada tahun 2017 dan tahun 2018, diketahui bahwa masih terdapat kekurangan pegawai sebanyak 16.540, dengan uraian sebagai berikut : a. Kebutuhan Jaksa (dengan pendekatan rasio Jaksa terhadap jumlah penanganan perkara) sebanyak 8.861. b. Kebutuhan pegawai Non-Jaksa (dengan pendekatan standar satuan kerja) sebanyak 7.679.

Dimana berdasarkan hasil Anjab dan ABK tersebut, pada tahun 2019 telah diusulkan secara keseluruhan. Namun demikian, berdasarkan Keputusan Menteri PAN dan RB Nomor468 tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan PNS di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2019 hanya diberikan formasi sebanyak 5.203. Selanjutnya dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2019, Kejaksaan Republik Indonesia hanya berhasil melakukan rekrutmen sebanyak 3.835, sehingga dari formasi yang diberikan masih terjadi kekosongan formasi sebanyak 1.368.

​Berkenaan dengan hal tersebut, pada Tahun Anggaran 2021, Jaksa Agung Kembali mengusulkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil sebanyak 4.511. Dimana berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 720 Tahun 2021 tanggal 22 April 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia Tahun Anggaran 2021, Kejaksaan Republik Indonesia mendapat alokasi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 4.148 formasi yang terdiri dari 11 tenaga Kesehatan dan 4.137 tenaga teknis. Hal tersebut sejalan dengan Rencana Strategis Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020-2024 yang salah satu Sasaran Strategisnya adalah terwujudnya pengadaan dan pengembangan pegawai yang akuntabel, dengan indikator kinerjanya adalah presentase pemenuhan jumlah Sumber Daya Manusia di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia sesuai kebutuhan.

Hormat saya,

Katarina Endang Sarwestri